Menangislah. Dan teruskan kehidupan.





Actually I cried just now not because of a 'big-deal' . Clearly if you noticed
it happened after the Ya'sin . So , if you are clever enough , you might have 

figured out what's up . Or if not , lets just say ,

"Aku khilaf sebab aku banyak dosa?"

Accept or deny ? Whatever you choose . I would explained . Not a big deal . :) 
I'm just that , a sensitive immatured baby-ish girl . Bear with me .

So if you felt bottled up , just let go the feelings .
Menangislah .

“Tidak salah untuk mempunyai rasa sedih .
Itu normal .Kita manusia . Sekuat mana pun kita . Masih seorang hamba . 
Menangislah andai ingin menangis . Rasakan sedih itu , dan lepaskannya .


Namun jangan berlama – lama di dalam kesedihan itu .
Singgah sebentar sudah cukup .

Yang silapnya adalah apabila kita duduk lama-lama di dalam kesedihan itu . 
Meratapinya . Menyesalinya . Itu yang silap . Putus cinta , kecewa sehingga 
bertahun lamanya . Gagal , rugi , membawa hati , sehingga masa berlalu sia sia .

Sedih ? Menangislah .
Kemudian , teruskan kehidupan .

Kerana apa yang berlaku itu , bukan titik noktah penamat sebuah perjalanan . 
Siapa tahu , itulah titik perubahan haluan sebuah perjalanan ?”

-via tersenyum-melihat-langit

So I'm gonna cry , eventually . Nothing should stop me . Being a baby-ish 
ain't a crime , kan ? It's good for your health . I'm gonna live the life again . 
Make a fresh start . Insya-Allah . Thanks for whoever that always be there 
with me , love you no matter what .

keys off ~
as.da.name.given :)
Photobucket